Rumah Adat di Sulawesi Selatan

Catat! Ini Daftar Lengkap Rumah Adat di Sulawesi Selatan

Apakah Anda sedang mencari tau rumah adat apa saja yang ada di Sulawesi Selatan? Jika iya, yuk cari tau selengkapnya disini lengkap dengan filosofi dan ciri khasnya!

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan tradisi dan budaya. Rumah adat menjadi simbol identitas bagi setiap suku yang ada di Sulawesi Selatan.

Sulawesi Selatan memiliki beberapa rumah adat yang menjadi identitas. Berikut kami sajikan beberapa diantaranya yang paling populer.

Mau tau macam rumah adat di Jawa Barat? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.

Ini Nama Rumah Adat yang Ada di Sulawesi Selatan

Dibagian ini kami telah sajikan beberapa nama rumah adat yang dimiliki Sulawesi Selatan beserta filosofi dan karakteristiknya yang membedakan antara rumah adat yang satu dengan yang lainnya.

1. Rumah Adat Tongkonan (Toraja)

Rumah Adat Tongkonan (Toraja)
Rumah Adat Tongkonan (Toraja)

Salah satu rumah adat yang paling identik dengan Sulawesi Selatan adalah rumah adat Tongkonan yang berasal suku Toraja.

Nama Tongkonan sendiri diambil dari kata tongkon yang berarti “duduk bersama”. Rumah adat ini adalah pusat kehidupan sosial bagi masyarakat Toraja mulai dari untuk tempat bermusyawarah, mengatur adat, hingga menggelar upacara tradisional.

Rumah adat Tongkonan memiliki ciri khas dimana bentuk atapnya yang melengkung seperti perahu. Memiliki arsitektur khas dengan desain rumah panggung dengan struktur bangunan yang terbuat dari kayu keras, dilengkapi ukiran penuh warna yang menggambarkan kepercayaan dan kehidupan masyarakat Toraja.

2. Rumah Adat Bola Soba (Bugis)

Rumah Adat Bola Soba (Bugis)
Rumah Adat Bola Soba (Bugis)

Sulawesi Selatan juga memiliki rumah adat lain yang tak kalah terkenal yaitu rumah adat Bola Soba yang merupakan rumah tradisional masyarakat Bugis khususnya ikon bagi Kabupaten Bone.

Rumah adat ini memiliki nama lain Saoraja Petta Ponggawae yang berarti “Rumah Persahabatan” (Sao Madduppa to Pole).

Pada awalnya rumah adat ini dibangun sebagai istana raja Bone yang kemudian diubah menjadi markas tentara belanda dan penginapan tamu eropa saat masa kolonial. Saat ini rumah adat Bola Soba berfungsi sebagai pusat studi budaya dan adat Bugis.

Rumah adat Bola Soba memiliki ciri khas bangunan berdesain rumah panggung yang terbuat dari kayu, atap berbentuk limas, teras yang luas, ukiran motif alam, tangga dibagian depan dan belakang, serta pembagian ruang (tamping, watanpola, rakkeang untuk menyimpan pusaka, awa bola untuk pengawal).

3. Rumah Adat Saoraja (Bugis)

Rumah Adat Saoraja (Bugis)
Rumah Adat Saoraja (Bugis)

Selanjutnya ada rumah adat bernama Saoraja yang juga menjadi salah satu rumah tradisional yang dimiliki Sulawesi Selatan. Rumah adat Saroja berarti rumah besar atau rumah bangsawan.

Semakin besar dan tinggi rumah, semakin tinggi pula status sosial pemiliknya. Biasanya rumah adat ini ditinggali oleh para keturunan raja atau orang-orang terpandang.

Adapun ciri khas rumah adat ini memiliki struktur bangunan berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin atau kayu keras lainnya yang dibangun tanpa menggunakan paku. Rumah adat ini dibagi menjadi 3 bagian utama diantaranya:

  • Awa Bola (Kolong): Kandang ternak, gudang, tempat penyimpanan alat pertanian.
  • Ale Kawa (Badan): Ruang tengah untuk tamu, tidur, dan memasak.
  • Rakkeang (Loteng): Tempat penyimpanan barang berharga dan bahan makanan.

Bagian atapnya berbentuk pelana dengan bidang segitiga bernama Timpalaja, yang jumlah susunannya 1-5 yang sekaligus menandakan status sosial. Arah rumah seringkali menghadap kiblat sebagai pengaruh budaya islam serta adanya Lego-lego atau teras yang luas.

4. Rumah Adat Balla Lompoa (Gowa)

Rumah Adat Balla Lompoa (Gowa)
Rumah Adat Balla Lompoa (Gowa)

Selanjutnya sulawesi Selatan juga memiliki rumah adat lain bernama Balla Lompoa yang berarti rumah besar atau rumah kebesaran.

Pada awalnya rumah adat ini merupakan istana tempat tinggal raja Gowa. namun sekarang, rumah adat Balla Lompoa sudah beralih fungsi menjadi museum yang menyimpan koleksi sejarah dan artefak kerajaan.

Ciri khas dari rumah adat Balla Lompoa adalah berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin. Bangunannya dibagi menjadi tiga bagian atau tingkatan yakni:

  • Pammakang (Atas/Loteng): Plafon, penyimpanan, tempat gadis.
  • Kale Balla (Tengah): Ruang utama, ruang tamu, kamar raja/keluarga, penyimpanan pusaka.
  • Passiringang (Bawah/Kolong): Tempat kendaraan, peralatan, dan aktivitas sehari-hari.

Mau tau macam rumah adat Aceh? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.

Lindungi Rumah Anda dengan Kunci Pintu Digital Fortress

Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat saja. Lebih dari itu rumah juga berfungsi sebagai tempat berlindung bagi pemilik rumah dan melindungi harta benda mereka dari berbagai jenis ancaman.

Untuk meningkatkan keamanan rumah, memilih kunci pintu yang tepat memang wajib dilakukan. Kunci pintu konvensional seringkali menggunakan sistem kuncian sederhana yang membuatnya jadi mudah dibobol.

Karena keresahan itu, kini muncul inovasi modern berupa kunci pintu digital yang dibekali dengan fitur keamanan canggih.

Fortress merupakan salah satu merk terbaik yang menjual kunci pintu modern di Indonesia. Kunci pintu digital Fortress terkenal akan materialnya yang berkualitas terbuat dari aluminium alloy serta fitur canggih yang lengkap.

Jika Anda ingin berkonsultasi terkait harga, model hingga fitur kunci pintu digital Fortress, hubungi customer care kami melalui tombol WhatsApp dibawah ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *